APH Tanjungpinang Dinilai Diam, Polda Kepri Didesak Ambil Alih Dugaan Judi Siji yang Diduga Dikendalikan AHUA

Praktik perjudian jenis Siji di Kota Tanjungpinang 

KABARNEWSLINE –Dugaan praktik perjudian jenis Siji di Kota Tanjungpinang terus menuai sorotan tajam. Setelah mencuatnya informasi mengenai tiga titik lokasi aktivitas judi yang diduga masih beroperasi, kini masyarakat mulai mempertanyakan keseriusan Aparat Penegak Hukum (APH) di tingkat kota dalam memberantas praktik yang disebut-sebut sudah berlangsung cukup lama itu.

Bahkan, sejumlah pihak mendesak agar Polda Kepri turun tangan langsung mengambil alih penanganan kasus dugaan judi tersebut. Pasalnya, APH di Tanjungpinang dinilai seolah tidak mampu menyentuh jaringan yang disebut-sebut sudah kebal hukum.

Nama AHUA yang sebelumnya disebut oleh narasumber terpercaya diduga menjadi sosok yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas perjudian itu bersama sejumlah kroninya. Tiga titik yang menjadi sorotan berada di kawasan Sukarno Hatta, Potong Lembu Tanjungpinang Barat, serta Km 12 Tanjungpinang Timur dekat kawasan Tugu Tangan.

Ironisnya, meski informasi lokasi telah beredar luas di tengah masyarakat, hingga kini belum terlihat adanya langkah tegas ataupun operasi terbuka dari aparat setempat. Kondisi ini memunculkan spekulasi liar di tengah publik.

“Kalau lokasi dan pola mainnya saja sudah diketahui masyarakat, kenapa aparat seperti kesulitan bertindak? Ada apa sebenarnya?” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.

Masyarakat pun mulai berharap Polda Kepri tidak tinggal diam dan segera menerjunkan tim khusus untuk melakukan penyelidikan mendalam, termasuk membongkar dugaan adanya koordinator lapangan, penampung setoran, hingga kemungkinan pihak yang diduga menjadi beking di belakang praktik tersebut.

Kritik keras juga mulai mengarah kepada APH di Tanjungpinang yang dinilai hanya terkesan menunggu laporan tanpa gerakan nyata. Padahal, praktik perjudian merupakan penyakit masyarakat yang dapat merusak ekonomi warga kecil dan memicu tindak kriminal lainnya.

“Jangan sampai muncul kesan mafia judi lebih kuat daripada aparat. Kalau memang serius memberantas, harusnya lokasi-lokasi itu sudah disisir dan ditindak,” tambah warga lainnya.

Publik kini menunggu keberanian Polda Kepri untuk membuktikan bahwa hukum masih berdiri tegak di Kota Tanjungpinang, tanpa pandang bulu terhadap siapapun yang diduga terlibat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum terkait tindak lanjut dugaan aktivitas perjudian tersebut. Media ini masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.

Posting Komentar

0 Komentar