Harga Sembako Naik Tajam di Kepulauan Riau Menjelang Akhir 2025, Distribusi Terkendala Pengetatan Pelabuhan

Lonjakan harga sembako

KABARNEWSLINE —Kenaikan harga kebutuhan pokok di sejumlah wilayah Kepulauan Riau terus menjadi sorotan menjelang penghujung tahun 2025. Lonjakan harga yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir dinilai semakin menekan kondisi ekonomi masyarakat, khususnya warga berpenghasilan rendah yang sangat bergantung pada stabilitas harga sembako.

Berdasarkan pantauan di beberapa pasar tradisional, harga komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, cabai, dan bawang menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan. Situasi ini berdampak langsung pada pola konsumsi masyarakat, di mana sebagian warga terpaksa mengurangi jumlah belanja demi menyesuaikan dengan kemampuan keuangan.

“Sekarang belanja harus benar-benar dihitung. Uang sama, tapi barang yang didapat jauh lebih sedikit,” ujar seorang warga saat ditemui di pasar tradisional.

Selain dipicu oleh faktor musiman akhir tahun, kenaikan harga sembako di Kepulauan Riau juga diduga kuat berkaitan dengan tersendatnya jalur distribusi. Pengetatan pengawasan di sejumlah pelabuhan yang menjadi pintu utama keluar-masuk barang disebut memengaruhi kelancaran pengiriman sembako ke berbagai daerah.

Seorang distributor sembako yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa proses pemeriksaan yang semakin ketat membuat pelaku usaha merasa khawatir dan akhirnya mengurangi aktivitas pengiriman. Padahal, menurutnya, barang yang didistribusikan merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

“Kami membawa sembako, bukan barang ilegal. Kalau pengawasan ingin diperketat, seharusnya difokuskan pada barang terlarang seperti rokok ilegal atau komoditas lain yang jelas melanggar aturan. Jangan sampai distribusi sembako ikut tersendat,” katanya.

Keluhan serupa juga datang dari masyarakat yang berharap pengawasan di pelabuhan tetap dilakukan secara tegas, namun dengan kebijakan yang lebih proporsional. Warga menilai pemberantasan barang ilegal memang penting, tetapi tidak boleh mengorbankan kelancaran distribusi kebutuhan dasar yang menyangkut kepentingan banyak orang.

Masyarakat pun mendesak pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret, mulai dari memperkuat koordinasi antar lembaga, memberikan kemudahan distribusi sembako, hingga melakukan intervensi pasar guna menstabilkan harga.

Jika tidak segera ditangani, lonjakan harga dikhawatirkan akan terus berlanjut dan semakin membebani perekonomian warga Kepulauan Riau. Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu kebijakan nyata dari pemerintah agar distribusi sembako kembali lancar dan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Posting Komentar

0 Komentar