Suasana kegiatan Sosialisasi Penguatan Karakter Cinta Tanah Air pada Generasi Muda di Kabupaten Bintan yang diselenggarakan DPD LAMI Provinsi Kepri, Minggu (13/9/2026).KABARNEWSLINE —Penguatan karakter cinta tanah air menjadi salah satu hal penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian, integritas, wawasan kebangsaan serta mampu menghadapi berbagai tantangan perubahan zaman.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Karakter Cinta Tanah Air pada Generasi Muda di Kabupaten Bintan yang diselenggarakan DPD Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (13/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti masyarakat dari berbagai desa di wilayah Bintan, organisasi kemasyarakatan serta peserta lainnya. Sosialisasi menghadirkan sejumlah narasumber dengan materi yang membahas makna cinta tanah air, sejarah perjuangan bangsa, pembentukan karakter, literasi digital hingga peran generasi muda dalam menghadapi perkembangan masa depan.
Ketua DPD LAMI Kepri, Datok Agus Ramdah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menambah pengetahuan dan pengalaman peserta sekaligus memperluas pemahaman mengenai pentingnya membangun karakter cinta tanah air.
Menurutnya, kecintaan terhadap Indonesia tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi perlu diterapkan dalam sikap dan kehidupan sehari-hari.
“Kalau cuma ucapan cinta tanah air itu boleh-boleh saja, tapi kalau tidak dilaksanakan, nehi-nehi kita bagi dia,” ujar Agus.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didorong memahami bahwa cinta tanah air dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk tindakan positif, mulai dari kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, menjaga persatuan, menghargai perbedaan hingga menghasilkan karya yang bermanfaat.
Materi sosialisasi juga mengangkat pentingnya pemahaman terhadap sejarah perjuangan bangsa sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.
Anggota DPRD Kepri Hanafi Ekra mengajak peserta tidak melupakan proses panjang yang dilalui para pejuang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Perjuangan tersebut tidak hanya membutuhkan tenaga dan keberanian, tetapi juga pengorbanan waktu, harta hingga meninggalkan keluarga.
Kisah perjuangan Jenderal Sudirman menjadi salah satu contoh yang disampaikan untuk menggambarkan besarnya pengorbanan para pendahulu bangsa.
Selain sejarah perjuangan nasional, peserta juga didorong mengenal sejarah perjuangan di daerah, termasuk perjuangan Raja Haji Fisabilillah di Kepulauan Riau.
Pemahaman terhadap sejarah dinilai tidak sebatas menghafal nama maupun peristiwa, tetapi mengambil nilai perjuangan untuk diterapkan dalam menghadapi tantangan di masa sekarang.
Perubahan zaman turut menjadi bagian penting dalam pembahasan sosialisasi.
Jika generasi terdahulu menghadapi perjuangan dengan berbagai keterbatasan dan senjata, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda melalui perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan derasnya arus informasi.
Kondisi tersebut membuat kemampuan menggunakan teknologi secara bijak menjadi bagian dari karakter yang perlu diperkuat.
Narasumber Hendrija, ST., M.Si., menekankan pentingnya membangun generasi muda yang memiliki karakter, integritas dan jiwa nasionalisme di tengah perkembangan teknologi digital.
Kemudahan memperoleh informasi melalui telepon seluler dan internet dinilai memberikan peluang besar bagi generasi muda. Namun, kondisi tersebut juga dapat menjadi tantangan apabila tidak diimbangi kemampuan menyaring dan menganalisis informasi.
Karena itu, literasi menjadi salah satu kemampuan penting yang perlu diperkuat.
Generasi muda tidak hanya dituntut mampu membaca informasi, tetapi juga memahami, menganalisis dan menilai informasi sebelum mengambil sikap.
“Kalau kita tidak memiliki karakter yang kuat, nah ini akan menjadi masalah utama,” katanya.
Peserta juga diingatkan agar tidak mudah reaktif terhadap berbagai informasi yang beredar di ruang digital. Setiap informasi perlu diperiksa dan dianalisis sehingga masyarakat tidak mudah terbawa arus informasi yang dapat mengarah pada tindakan negatif.
Sementara itu, narasumber Muhammad Aidil menyampaikan bahwa kecintaan terhadap Indonesia dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Belajar dengan sungguh-sungguh, berkarya, menjaga persatuan, menghargai perbedaan, menjaga lingkungan serta memanfaatkan teknologi secara positif merupakan bagian dari kontribusi generasi muda terhadap bangsa.
Pemanfaatan media sosial juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.
Generasi muda didorong menggunakan ruang digital untuk menyebarkan karya positif, prestasi, gagasan yang bermanfaat serta berbagai kegiatan yang dapat memberikan dampak baik bagi masyarakat.
Generasi muda juga diharapkan tidak hanya menjadi penonton terhadap perubahan, tetapi berani mengambil peran dengan mengembangkan ilmu pengetahuan, kreativitas, inovasi dan karya.
Semangat kepahlawanan kemudian dapat diterjemahkan sesuai tantangan zaman. Jika generasi terdahulu berjuang melalui pengorbanan dan perjuangan fisik, maka generasi sekarang dapat meneruskan semangat tersebut melalui ilmu pengetahuan, karakter, kreativitas, inovasi serta karya yang membawa manfaat.
Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi tersebut menekankan bahwa cinta tanah air memiliki makna yang luas dan tidak berhenti pada simbol, slogan maupun kegiatan seremonial.
Nilai cinta tanah air dapat diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, kepedulian terhadap sesama, menjaga persatuan, menghargai keberagaman, meningkatkan pengetahuan serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial, penguatan karakter dinilai penting agar generasi muda tetap memiliki jati diri sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Melalui sosialisasi tersebut, generasi muda Bintan diharapkan tidak hanya memahami sejarah perjuangan para pendahulu, tetapi juga mampu meneruskan semangat perjuangan tersebut melalui cara yang relevan dengan kondisi saat ini.
Bukan lagi sekadar mengangkat senjata, tetapi mengangkat nama Indonesia melalui ilmu pengetahuan, karakter, kreativitas, inovasi dan karya nyata.
Kegiatan Sosialisasi Penguatan Karakter Cinta Tanah Air pada Generasi Muda di Kabupaten Bintan kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan pihak yang terlibat dalam kegiatan.




0 Komentar