KABARNEWSLINE —Aktivitas tambang pasir ilegal di kawasan Simpang Gesek hingga Kampung Banjar, Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, kini memasuki fase yang semakin berani dan tak terkendali. Hasil investigasi Tinta Jurnalis News pada 24 November 2025 mengungkapkan bahwa beberapa titik penambangan beroperasi terang-terangan, nyaris tanpa rasa takut.
Alat berat bekerja tanpa jeda. Truk pengangkut keluar-masuk seolah kawasan itu adalah wilayah operasi resmi. Tidak ada penyamaran. Tidak ada kekhawatiran. Yang tersisa hanyalah satu kesan: pelaku tambang berjalan bebas seperti tidak tersentuh hukum.
Ironisnya, kondisi ini justru terjadi setelah sebelumnya aparat mampu melakukan penindakan cepat bahkan ketika saat itu hanya satu lokasi tambang ilegal yang muncul. Dalam kasus tersebut, penertiban dilakukan langsung, pelaku dibekuk, dan aktivitas dihentikan.
Kini, ketika titik operasi justru berkali-kali lipat lebih banyak, penindakan yang dulu tegas berubah menjadi senyap total.
Pertanyaan besar pun tidak dapat dihindari:
Mengapa ketika jumlah tambang sedikit aparat mampu bertindak, tetapi ketika aktivitas semakin masif langkah itu justru hilang
Apa yang membuat aparat mendadak tidak bergerak?
Apakah ada sesuatu yang jauh lebih besar yang menghalangi langkah penertiban
Atau apakah para penambang sudah memiliki kekuatan tertentu sehingga mampu beroperasi tanpa rasa gentar?
Keberanian pelaku terlihat jelas. Aktivitas yang dulu dilakukan sembunyi-sembunyi kini berubah menjadi operasi terbuka. Para penambang bertindak seolah telah memahami bahwa tidak ada risiko, tidak ada pantauan, dan tidak ada ancaman penegakan hukum.
Kerusakan lahan pun terus meluas. Bekas galian melebar seperti luka terbuka, menandakan bahwa kegiatan ini berjalan cukup lama tanpa gangguan apa pun.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada tindakan, pernyataan, ataupun penjelasan resmi dari pihak terkait tentang alasan terhentinya penegakan hukum terhadap maraknya operasi tambang ilegal tersebut.
Selama tidak ada langkah nyata, para pelaku akan terus bekerja dengan kepercayaan diri penuh seolah-olah wilayah Gunung Kijang telah berubah menjadi zona bebas hukum.

0 Komentar