KABARNEWSLINE –Polemik pelaksanaan Bazar Ramadhan Fair 2026 di kawasan Taman Gurindam 12 serta keributan saat Bazar Imlek di Jalan Teuku Umar berbuntut panjang. Menanggapi derasnya pemberitaan dan beredarnya Surat Pernyataan Sikap Bersama Masyarakat, Pedagang, dan Tokoh Masyarakat Kelurahan Tanjungpinang Kota tertanggal 26 Februari 2026, Yusuf Lase akhirnya angkat bicara.
Ia secara tegas membantah seluruh tudingan yang menyebut dirinya “serakah”, “kerap membuat keonaran”, hingga “menindas 250 pelaku UMKM”, sebagaimana narasi yang berkembang di ruang publik.
“Saya tegaskan, tuduhan-tuduhan itu tidak benar. Saya tidak pernah melakukan tindakan seperti yang digambarkan dalam pemberitaan maupun surat pernyataan yang beredar. Narasi tersebut sangat merugikan nama baik saya dan keluarga,” ujar Yusuf, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, setiap dinamika yang terjadi di lapangan tidak bisa serta-merta diarahkan kepada dirinya tanpa dasar dan penjelasan yang utuh. Ia membantah keras keterlibatannya dalam keributan di Bazar Imlek maupun di kawasan Taman Gurindam 12.
“Terkait isu keributan di Bazar Imlek Jalan Teuku Umar maupun di Taman Gurindam 12, saya tegaskan saya tidak pernah membuat keributan atau memicu konflik. Jangan sampai setiap persoalan langsung diarahkan kepada saya tanpa fakta yang jelas,” tegasnya.
Yusuf juga menyoroti penggunaan istilah seperti “keserakahan”, “membuat keonaran”, dan “menindas emak-emak” yang dinilainya berlebihan dan menggiring persepsi publik seolah-olah dirinya telah terbukti bersalah.
“Saya tidak pernah menindas siapa pun. Angka 250 pelaku UMKM yang disebut-sebut juga tidak pernah ditunjukkan data resmi yang bisa diverifikasi secara terbuka. Jangan sampai opini dibangun seakan-akan itu fakta yang sudah pasti,” katanya.
Lebih jauh, Yusuf mempertanyakan munculnya Surat Pernyataan Sikap yang memuat tudingan terhadap dirinya. Ia menduga surat tersebut tidak lahir secara spontan, melainkan ada pihak tertentu yang berperan dalam membentuk opini di tengah masyarakat.
“Bahkan terkait surat pernyataan itu, saya menduga sengaja digerakkan. Saya menduga Ketua Perkumpulan UMKM Taman Gurindam 12 Zona C, Zulkifli Riawan, bersama sekretarisnya Andi Rio, menjadi pihak yang membangun opini yang menyudutkan saya,” ujarnya.
Meski menyampaikan bantahan keras, Yusuf mengaku klarifikasi ini ia sampaikan agar masyarakat memperoleh gambaran yang lebih berimbang. Ia berharap polemik yang berkembang tidak berubah menjadi konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Saya berharap masyarakat bisa melihat persoalan ini secara jernih dan objektif. Perbedaan pendapat itu hal yang wajar dalam sebuah kegiatan publik, tetapi jangan sampai dibingkai menjadi tuduhan yang merusak nama baik dan memecah belah,” tutupnya.



0 Komentar