KABARNEWSLINE –Polemik pembongkaran pagar beton di Km 8, Jalan DI Panjaitan, tepat di depan Pabrik Teh Prendjak, kembali berlanjut. Setelah pagar beton resmi dibongkar oleh aparat gabungan yang mengatasnamakan Pemerintah Kota Tanjungpinang, kini muncul persoalan baru yang dinilai janggal oleh sejumlah pihak.
Pihak pemilik tanah disebut tidak mengizinkan taman yang telah dibangun rapi dan indah di lokasi tersebut ikut dibongkar. Mereka menilai taman itu tidak mengganggu dan justru mempercantik kawasan.
Menurut Yohanes, pekerja dari pihak pemilik tanah, pagar beton memang telah dibongkar sesuai perintah. Namun ia meminta agar taman yang sudah dibuat dengan biaya dan tenaga tidak ikut diratakan.
“Kalau pagar beton boleh dibongkar, tapi taman yang sudah dibuat cantik janganlah. Karena taman itu tidak mengganggu,” ujarnya tegas di lokasi.
Pernyataan tersebut memicu tanda tanya di tengah masyarakat. Sejumlah warga dan pihak yang memantau persoalan ini menilai ada ketidakkonsistenan dalam penertiban.
Pasalnya, di wilayah Tanjungpinang Timur masih terdapat sejumlah pagar beton lain dengan ukuran lebih tinggi, bahkan mencapai dua meter lebih, yang hingga kini belum tersentuh pembongkaran.
Salah satu contoh yang disebut adalah bangunan bengkel alat berat di kawasan Tanjungpinang Timur yang memiliki pagar tinggi. Selain itu, beberapa lokasi lain seperti area usaha dan properti komersial juga disebut memiliki pagar serupa.
Situasi ini memunculkan dugaan adanya perlakuan berbeda dalam penegakan aturan. Publik mempertanyakan, apakah penertiban ini murni soal pelanggaran aturan, atau ada faktor lain yang membuat lokasi tertentu menjadi prioritas?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai alasan detail pembongkaran dan apakah penertiban akan dilakukan secara menyeluruh di seluruh wilayah Kota Tanjungpinang.
Kasus ini pun menjadi sorotan warga, yang berharap adanya transparansi dan keadilan dalam setiap kebijakan penertiban, agar tidak menimbulkan kesan tebang pilih di tengah masyarakat.

0 Komentar