Bolak-Balik Servis HP, Rusak Lagi di Bagian yang Sama: Kualitas Kios Edi Bintan Center Dipertanyakan, Pihak Berwenang Diminta Turun

Kios servis ponsel di kawasan Bintan Center, Tanjungpinang Timur

KABARNEWSLINE –Kualitas layanan dan suku cadang sebuah kios servis ponsel di kawasan Bintan Center, Tanjungpinang Timur, menjadi sorotan setelah seorang pelanggan berinisial DO mengaku harus berulang kali memperbaiki ponselnya dengan keluhan yang sama.

DO menyampaikan, ponsel miliknya mengalami kerusakan pada bagian pengisian daya atau tidak bisa melakukan cas. Ia telah tiga kali melakukan perbaikan di kios milik Edi tersebut. Setiap kali selesai diservis, perangkat memang kembali menyala dan dapat digunakan seperti biasa. Namun, dalam kurun waktu sekitar satu hingga dua bulan, gangguan serupa kembali terjadi.

“Setiap selesai diperbaiki memang normal lagi. Tapi baru satu sampai dua bulan dipakai, rusak lagi dengan keluhan yang sama, tidak bisa cas,” ujar DO.

Pada kunjungan keempat kalinya, DO mempertanyakan langsung kepada pihak kios mengapa kerusakan tersebut tidak pernah benar-benar tuntas. Ia mengaku heran, jika perbaikan sudah dilakukan berulang kali, seharusnya sumber masalah dapat diatasi secara menyeluruh, bukan justru kembali pada titik yang sama.

Menurut DO, penjelasan yang disampaikan karyawan dinilai kurang menjawab inti persoalan. Keluhan utama adalah fungsi pengisian daya yang tidak berjalan, namun pembahasan justru menyinggung bagian lem yang terlepas, sementara kondisi layar (LCD) tetap hidup dan normal. Hal ini membuatnya semakin mempertanyakan letak permasalahan yang sebenarnya.

Selain itu, DO juga menyampaikan dugaan terkait kualitas komponen yang dipasang. Ia mempertanyakan apakah suku cadang yang digunakan benar-benar baru dan sesuai standar. Pasalnya, biaya yang dibayarkan disebut setara dengan harga komponen baru, sementara daya tahan hasil perbaikan hanya bertahan satu hingga dua bulan.

“Kalau memang barangnya baru dan berkualitas, kenapa selalu kembali rusak dengan masalah yang sama? Sudah diservis berkali-kali, tapi penyakitnya tidak pernah sembuh,” katanya.

Karena merasa tidak mendapatkan kepastian penyelesaian yang benar-benar tuntas, sempat terjadi perdebatan antara DO dan pihak kios. Ia akhirnya memutuskan untuk mengambil kembali ponselnya.

DO berharap ada perhatian dan pengecekan dari pihak berwenang terhadap kualitas barang servis yang digunakan, agar konsumen mendapatkan pelayanan yang transparan dan profesional. Menurutnya, jika kerusakan yang sama terus berulang dalam waktu relatif singkat, wajar apabila publik mempertanyakan kualitas suku cadang maupun standar pengerjaan yang diterapkan.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak pemilik kios terkait keluhan tersebut.

Posting Komentar

0 Komentar