KABARNEWSLINE–Tiket kapal Ro-Ro dengan tujuan Tanjung Balai Karimun dan Mengkapan Buton dilaporkan telah habis terjual melalui sistem pemesanan online. Kondisi ini memicu kekecewaan sejumlah calon penumpang yang kesulitan mendapatkan tiket.
Salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya kepada Kabar Newsline melalui sambungan telepon WhatsApp pada Jumat malam (6/3/2026). Ia menilai habisnya tiket dalam waktu singkat menimbulkan dugaan adanya praktik permainan oleh oknum calo.
“Baru mau pesan tiket secara online, tapi sudah dinyatakan habis. Padahal jadwal keberangkatan masih ada. Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya permainan calo,” ungkap sumber tersebut.
Menurutnya, kondisi seperti ini bukan pertama kali terjadi. Ia berharap pihak terkait dapat melakukan pengawasan lebih ketat terhadap sistem penjualan tiket agar masyarakat tidak dirugikan.
Ia juga meminta agar pihak pengelola pelabuhan maupun operator kapal melakukan evaluasi terhadap mekanisme penjualan tiket, terutama melalui sistem online, sehingga distribusi tiket benar-benar dapat diakses secara adil oleh masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola pelabuhan maupun operator kapal terkait habisnya tiket tersebut.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAMI) Provinsi Kepulauan Riau, Datok Agus Ramdah, meminta pihak terkait segera melakukan evaluasi terhadap sistem penjualan tiket kapal Ro-Ro.
Menurutnya, apabila benar terdapat indikasi permainan oleh oknum calo, maka hal tersebut harus segera ditertibkan karena berpotensi merugikan masyarakat.
“Jika memang ada dugaan permainan oleh oknum tertentu dalam penjualan tiket, tentu ini harus menjadi perhatian serius pihak pengelola maupun instansi terkait. Sistem penjualan tiket online seharusnya mempermudah masyarakat, bukan justru membuka ruang bagi praktik yang merugikan publik,” ujar Datok Agus Ramdah.
Ia juga mendorong agar dilakukan pengawasan lebih transparan dalam distribusi tiket, sehingga akses masyarakat terhadap transportasi penyeberangan dapat berjalan secara adil dan tertib.
“Harapannya ke depan sistem penjualan tiket bisa lebih transparan dan akuntabel, sehingga tidak menimbulkan kekecewaan masyarakat yang membutuhkan layanan transportasi,” pungkasnya.




0 Komentar